Ribuan korban kebakaran di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, masih berada dalam kondisi yang tidak menentu setelah kebakaran besar menghancurkan rumah mereka Jumat lalu, yang memicu seruan bagi pemerintah Jakarta untuk memberikan bantuan rekonstruksi atau merelokasi mereka ke perumahan yang lebih aman dan permanen.
Kebakaran tersebut dilaporkan mulai terjadi sekitar tengah hari di sebuah bangunan semipermanen di lingkungan padat penduduk dan menyebar dengan cepat, menghancurkan 485 rumah dan menyebabkan sekitar 3.200 orang mengungsi. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 8 miliar (US$492.064).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengunjungi lokasi pada hari Minggu dan menginstruksikan beberapa instansi utama, termasuk Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk memprioritaskan dukungan bagi para pengungsi.
“Bagi mereka yang KTP dan dokumen penting lainnya dimusnahkan, proses penggantiannya harus dipercepat,” kata Pramono dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa pemerintah sedang berupaya memastikan bahwa makanan, bantuan medis, dan kebutuhan mendesak lainnya terpenuhi. “Cuaca sedang panas, dan warga meminta kipas angin listrik. Semoga kami dapat memenuhi semua permintaan mereka secepat mungkin.”
