Bandarlampung, Lampung (ANTARA) – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan Program Dana Abadi Indonesiana telah menjangkau 2.800 penerima manfaat di seluruh Indonesia, dalam rangka membangun ekosistem kebudayaan Indonesia yang lebih luas dengan meningkatkan partisipasi publik.
“Siapa pun di seluruh Indonesia sebenarnya dapat mengakses dan menjadi penerima dana abadi kebudayaan melalui Program Dana Abadi Indonesiana,” kata Menteri Zon di Bandarlampung, Jumat.
Menurutnya, jumlah penerima kini 10 kali lipat lebih banyak dari sebelumnya. Sebelumnya hanya sekitar 300 penerima, kini telah mencapai 2.800 penerima di seluruh Indonesia, tambahnya.
Zon mencatat bahwa Program Dana Abadi Indonesiana bersifat semi-kompetitif. Para pendaftar harus mendaftar dan mengirimkan proposal untuk proses seleksi sebelum menerima dana, semuanya dikelola secara transparan melalui situs web Dana Abadi Indonesiana.
“Kami berharap Provinsi Lampung juga dapat mengakses program ini. Tentu saja, ini merupakan bentuk stimulus, tetapi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, serta dengan pihak swasta dan korporasi untuk membangun ekosistem budaya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa total anggaran yang disiapkan untuk program ini saat ini mencapai Rp465 miliar atau sekitar US$27,8 juta.
“Ini tidak terbatas per provinsi, dan program ini tidak dialokasikan per daerah tetapi melalui aplikasi mandiri. Dana yang tersedia sekitar Rp465 miliar, diberikan kepada sekitar 2.800 penerima manfaat, termasuk penerima dari Lampung,” tambahnya.
Ia juga menghimbau masyarakat, individu, sanggar seni, dan lembaga untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian budaya.
“Upaya pelestarian ini akan diperkuat dengan Dinas Pelestarian Budaya Daerah Lampung, yang akan membantu mempromosikan berbagai program pelestarian budaya dan menciptakan jejaring, yang memungkinkan masyarakat mengakses Program Dana Indonesiana,” ujarnya.
