Kementerian Perhubungan telah mengkonfirmasi bahwa pesawat ATR 42-500, dengan nomor registrasi PK-THT dan dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT), yang dilaporkan kehilangan kontak di atas Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, saat ini sedang dicari.
“Area pencarian meliputi pegunungan kapur Bantimurung di Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros. Pos Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) telah didirikan di dekat lokasi tersebut,” kata Lukman F. Laisa, seorang pejabat kementerian, di Jakarta pada hari Sabtu.
Pada hari Sabtu (17 Januari), Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil kementerian menerima laporan awal mengenai hilangnya kontak dengan pesawat ATR 42-500, dengan nomor registrasi PK-THT, yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) di bawah Sertifikat Operator Udara (AOC) 034.
Pesawat tersebut, yang diproduksi pada tahun 2000 dengan nomor seri 611, sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Makassar, dengan Kapten Andy Dahananto sebagai pilot komandan.
“Berdasarkan informasi kronologis terbaru, pada pukul 04:23 UTC, pesawat diinstruksikan oleh pengontrol lalu lintas udara Area Terminal Service Center (MATSC) Makassar untuk mendekati Landasan Pacu 21 di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar,” kata Laisa.
Selama pendekatan, pengontrol lalu lintas udara mengidentifikasi bahwa pesawat tidak berada di jalur pendekatan yang benar dan kemudian menginstruksikan awak pesawat untuk menyesuaikan posisinya.
“ATC mengeluarkan beberapa instruksi tambahan untuk mengembalikan pesawat ke jalur pendaratan yang tepat sesuai dengan prosedur,” kata Laisa, menambahkan bahwa komunikasi dengan pesawat terputus setelah instruksi terakhir dikirimkan.
Menyusul insiden tersebut, pengontrol lalu lintas udara menyatakan Fase Darurat (DETRESFA) sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku.
Cabang MATSC AirNav Indonesia berkoordinasi dengan Pusat Koordinasi Penyelamatan Basarnas dan Kepolisian Maros, sementara Bandara Sultan Hasanuddin Makassar mendirikan Pusat Krisis di terminal keberangkatan untuk mengkoordinasikan informasi dan mendukung operasi pencarian dan penyelamatan.
AirNav Indonesia juga sedang mempersiapkan untuk mengeluarkan Pemberitahuan kepada Penerbang (NOTAM) terkait dengan kegiatan pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung.
“Jumlah orang di dalam pesawat (POB) dilaporkan sebanyak 10 orang, terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang,” kata Laisa.
Informasi awal menunjukkan bahwa kondisi cuaca saat itu meliputi jarak pandang sekitar delapan kilometer, dengan langit sebagian berawan.
“Detail lebih lanjut masih dikoordinasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” tambahnya.
Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil terus berkoordinasi erat melalui Kantor Otoritas Bandara Makassar Wilayah V dengan AirNav Indonesia, Basarnas, operator pesawat, dan Angkatan Udara Indonesia.
Direktorat tersebut mengatakan akan memberikan pembaruan secara berkala seiring tersedianya informasi resmi.
